
Dupa & Hio
Koleksi dupa dan hio sembahyang berkualitas dari berbagai jenis kayu wangi. Tersedia hio pendek, panjang, dan lingkar untuk kebutuhan ibadah harian maupun hari besar.
Best Seller

Panduan Memilih Dupa & Hio
Yang paling membedakan satu hio dengan hio lain adalah bahan dasarnya. Cendana memberi aroma manis yang tenang dan paling lazim dipakai untuk sembahyang harian. Gaharu jauh lebih pekat dan biasanya disimpan untuk hari besar atau sembahyang leluhur. Hio tanpa pewangi tambahan cenderung berasap lebih tipis, dan itu jadi pertimbangan nyata kalau altar berada di ruangan tertutup.
Panjang batang menentukan lama bakar, bukan tingkat kesakralan. Hio pendek habis sekitar dua puluh sampai tiga puluh menit dan cocok untuk sembahyang pagi-sore di rumah. Hio panjang bertahan berjam-jam dan lebih sering dipakai di kelenteng atau saat upacara yang berlangsung lama. Hio lingkar dipakai ketika bara perlu menyala terus tanpa ditunggui.
Jumlah batang yang dibakar mengikuti kebiasaan, dan angkanya tidak sembarangan: tiga batang paling umum untuk sembahyang kepada Buddha atau dewa, satu batang lazim untuk meditasi pribadi, sementara jumlah yang lebih besar biasanya terkait upacara tertentu. Karena kebiasaan ini berbeda antar aliran dan antar daerah, sebaiknya ikuti yang berlaku di keluarga atau kelenteng Anda.
Untuk menilai mutu, perhatikan tiga hal yang bisa diperiksa tanpa membakarnya: batangnya lurus dan tidak mudah patah, permukaannya rata tanpa serbuk yang rontok, dan aromanya sudah terasa lembut saat kemasan dibuka. Aroma yang menusuk sebelum dibakar biasanya menandakan pewangi sintetis berlebih.